Liputan6.com, Jakarta - Bisnis TikTok di Amerika Serikat (AS) yang baru, yang dipimpin konsorsium investor mayoritas asal AS dan telah disetujui Presiden Donald Trump, mengawali perjalanannya dengan masalah. Di tengah ramainya spekulasi di media sosial bahwa usaha patungan yang berafiliasi dengan Trump sengaja menekan konten kritik terhadap presiden tersebut, TikTok membantah tuduhan itu. Advertisement“Pengguna mungkin masih mengalami beberapa masalah teknis, termasuk saat mengunggah konten baru,” tulis TikTok dalam keterangannya, dikutip dari CNN, Kamis (29/1/2026). Pada hari yang sama, juru bicara Oracle mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut memang terjadi. “Selama akhir pekan, sebuah pusat data Oracle mengalami pemadaman listrik sementara akibat cuaca, yang berdampak pada TikTok,” ujar juru bicara Oracle.