Liputan6.com, Jakarta - Di antara gedung-gedung tinggi Jakarta Utara, Kampung Tongkol berdiri sebagai potret lain wajah ibu kota. Di balik suara logam yang beradu, ratusan warga hidup di lorong-lorong sempit yang nyaris tak pernah disentuh matahari. Setibanya di sana, terlihat beberapa sudut gang di Kampung Tongkol yang tidak ada lampu. AdvertisementRumah-rumah berdempetan, gang selebar bahu orang dewasa, dan lampu menyala siang-malam seolah menggantikan peran cahaya yang tak pernah benar-benar hadir. Di ruang sempit inilah ratusan warga membangun hidup, bertahan, dan menua di tengah kota yang terus bergerak maju dan udara yang nyaris tak bergerak dihimpit tembok-tembok yang rapat.