Liputan6.com, Jakarta - Banjir lumpur di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu, 24 Desember 2025 berdampak pada sejumlah sumber mata air. Kondisi ini menyebabkan pelayanan air bersih di beberapa Kabupaten Banyumas sempat terganggu. Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumdam Tirta Satria Banyumas Wipi Supriyanto mengatakan, air yang keruh akibat campuran lumpur menyebabkan lambatnya sistem pelayanan air bersih. AdvertisementPenyebab hambatan ini, kata Wipi, karena Perumdam Tirta Satria harus melakukan pembuangan lumpur dan air keruh di jaringan distribusi terlebih dulu sebelum diolah. Ia mengatakan, sebelumnya kondisi sempat membaik dan air mulai kembali jernih, namun hujan kembali turun dan memicu banjir lumpur susulan.