Liputan6.com, Jakarta - Di media sosial beredar narasi bahwa jika dilakukan terus menerus, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) memiliki risiko seperti bom waktu. Terkait ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan OMC yang dilakukan di Indonesia hingga 29 Januari 2026 merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains. OMC dilakukan sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman perubahan iklim. Fenomena ini terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara, dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan. Musababnya, OMC dengan teknik penyemaian awan (cloud seeding) tidak menumbuhkan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam.”