Liputan6.com, Jakarta - Bank investasi global Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia menyusul peringatan dari MSCI terkait risiko keterinvestasian (investability risk). Langkah ini diambil setelah MSCI menyoroti persoalan transparansi dan membuka kemungkinan penurunan status pasar Indonesia menjadi frontier market. Dalam laporan terbarunya pada Kamis, dikutip dari The Business Times, Kamis (29/1/2026), Goldman Sachs menyebut potensi arus dana keluar dari pasar saham Indonesia bisa mencapai miliaran dolar AS. “Kami memperkirakan pasar akan tetap berada di bawah tekanan dan tidak melihat kondisi ini sebagai titik masuk investasi,” tulis para analis Goldman Sachs. Seiring dengan itu, Goldman menurunkan peringkat saham Indonesia dari sebelumnya market weight menjadi underweight.