Liputan6.com, Jakarta - Nilai merek Tesla mengalami penurunan tajam sepanjang 2025. Perusahaan kendaraan listrik milik Elon Musk itu tercatat kehilangan nilai merek hingga USD 15,4 miliar atau sekitar Rp 257,68 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.730, menurut laporan terbaru perusahaan riset dan konsultan merek global, Brand Finance. CEO Brand Finance, David Haigh, menilai merosotnya nilai merek Tesla dipengaruhi oleh sejumlah faktor. AdvertisementSelain itu, Haigh menyoroti menurunnya fokus Elon Musk terhadap bisnis otomotif Tesla, seiring dengan keterlibatan sang CEO yang semakin dalam di dunia politik global.“Campur tangan berlebihan Elon Musk dalam isu geopolitik turut menggerus persepsi publik terhadap Tesla,” ujar Haigh dalam laporannya. Dengan menganalisis pendapatan, perjanjian lisensi, margin keuntungan, serta dikombinasikan dengan survei konsumen berskala internasional untuk memperkirakan nilai moneter sebuah merek.